Makalah Penggunaan Kalimat Efektif

MAKALAH

“PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF”

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

Dosen : Amal Kuatun S.Pd.I.M.Pd


Disusun oleh :

Heffi Novayanti

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL HUDA

AL-AHZAR

CITANGKOLO KOTA BANJAR

JAWABARAT 2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang telah dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penggunaan Kalimat Efektif” yang merupakan salah satu tugas Bahasa Indonesia pada semester 1.

Dan terimakasih penulis sampaikan kepada dosen pengampuh mata kuliah Bahasa Indonesia Ibu Amal Kuati S.Pd.I.M.Pd yang telah mengarahkan dan membimbing pembuatan makalah yang baik dan benar.

Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang beberapa materi yang meliputi pengertian kalimat efektif, cirri-ciri kalimat efektif, kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, kecermatan, ketegasan, kepaduan, dan kelogisan.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan walaupun penulis sudah berusaha menyajikan yang terbaik untuk pembaca. Oleh karena itu kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini dengan senang hati penulis terima. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

                                                           Cilacap, 3 November 2021

 

 

penulis

 

 

i

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………….                                ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………                               iii

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah……………………………………………….                    1

B.     Rumusan Masalah……………………………………………………..                    1

C.     Tujuan Penulisan…………...………………………………………….                    2

BAB II PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kalimat………..…………………………………………...                    3

B.     Unsur-unsur Kalimat…………………………………………………..                    3

C.     Pengertian Kalimat Efektif…………………………………................                    5

D.    Syarat-syarat kalimat Efektif………………………………………….                    6

E.     Ciri-ciri Kalimat Efektif……………………………………................                    6

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan……………………………………………….……………                  10

B.     Saran…………………………………………………….……………..                  10

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….……………                              11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iii

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar belakang masalah

 

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan oleh anggota masyarakat dengan anggota masyarakat lain. Bahasa yang digunakan hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang diharapkan, dimaksudkan, atau dirasakan dapat diterima denngan baik oleh pendengar atau pembaca. Didalam bahasa, terdapat ide, gagasan, atau perasaan yang mewakili diri seseorang yang pada prakteknya harus dituangkan kedalam bentuk kalimat.

Kalimat yang digunakan dalam berkomunikasi baik itu secara lisan atau tertulis baiknya menggunakan  kalimat yang jelas dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca yaitu kalimat efektif. Akan tetapi, tak jarang  harapan itu tidak tersalurkan dengan baik  karena lawan bicara atau pembaca kurang memahami apa maksud yang diucapkan atau tuliskan.

Ketika membaca, sering kali kita menemukan beberapa kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik dan benar. Baik itu karena faktor kalimat yang tidak logis, kacau, maupun yang bertele-tele. Sehingga pembaca akan kesulitan memahami ide, gagasan yang tertuang dalam  kalimat tersebut karena ketidakefektifannya.

Dengan kenyataan yang demikian, penulis membahas kalimat efektif, syarat kalimat efektif, dan ciri-ciri kalimat efektif agar kita semua  mengetahui dan tidak lagi salah mengucapkan, menuliskan kalimat agar lebih efektif dan mudah dimengerti.

           

B.     Rumusan Masalah

 

1.      Apakah pengertian kalimat?

2.      Apa saja unsur-unsur sebuah kalimat?

3.      Apakah pengertian kalimat efektif?

4.      Apa syarat-syarat dar kalimat efektif

5.      Apakah cirri-ciri kalimat efektif?

 

 

 

 

 

 

1

C.    Tujuan Penulisan

 

1.      Menjelaskan pengertian kalimat

2.      Menjelaskan tentang unsur-unsur kalimat

3.      Menjelaskan pengertian kalimat efektif

4.      Menjelaskan syarat-syarat kalimat efektif

5.      Menyebutkan ciri-ciri kalimat efektif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Kalimat

Kalimat adalah satuan terkecil dalam wujud tulisan maupun lisan yang menggungkapkan pikiran utuh. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis harus memiliki Subjek (S) dan Predkat (P).  Kalau tidak memiliki unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat.

Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan  keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital, dan diakhiri dengan tanda titik (.), koma (,), tanda seru (!), dan tanda tanya (?).

 

B. Unsur-unsur kalimat

Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam bukku-buku tata Bahasa Indinesia lama lazim disebut jabatan kata dan kini disebut peran kata dalam kalimat, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan ketrangan (Ket). Kalimat bahasa Indonesia baku sekurang-kurangnya terdiri dari dua unsure yaitu subjek dan predikat. Unsur lain dalam kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir dan wajib tidak hadir.

 

1.      Subjek (S)

Subjek adalah bagian kalimat yang menunjukan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, suatu  masalh yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.

 

Contoh:

a)     Adikku sedang menari.

b)     Meja itu tua.

c)     Yang berjilbab merah itu teman saya.

d)     Bersepeda menyehatkan tubuh.

e)     Bercocok tanam membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

 

 

 

 

3

Kata-kata yang dicetak tebal pada kalimat diatas adalah contoh subjek (S). Selain itu, subjek juga dapat dikenali dengan cara bertanya dengan memakai kata  siapa (yang)… atau apa (yang)… kepada predikat (P). Jika ada jawaban logis dari pertanyaan tersebetut, maka itulah S. Namun, jika tidak ada dan tidak logis berarti kalimat itu tidak memiliki unsure S. Contohnya :

a.      Bagi siswa sekolah dilarang masuk.

b.      Disini melayani obat herbal

c.      Menyiram bunga di pagi hari.

Kalimat diatas belum memenuhi syarat sebagi kalimat karena tidak mempunyai S karena jika dibuat pertanyaan yang merujuk kepada P, tidak ada jawabannya. Kalaupun ada, jawabannya terasa tidak logis misalnya siapa yang melayani resep? (contoh yang b).

2.      Predikat

Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan sesuatu (tindakan) atau dalam keadaan bagaimana subjek (S). Selain  ituu juga menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S. Predikat bisa juga  frasa, numeralia, nomina atau frasa nomina. Contohnya sebagai  berikut:

 

a.      Ibu sedang tidur siang.

b.      Kucingku belang tiga.

c.      Putrinya cantik jelita.

 

3.      Objek (O)

Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat. Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak objek selalu ada dibelakang predikat yang berupa transitif yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya Objek. Seperti pada contoh dibawah ini:

 

a.      Ibu menimang….

b.      Koki menggoreng….

c.      Arsitek merangcang…

Verba transitif pada contoh diatas menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi predikat pada ketiga kalimat tersebut adalah objek. Namun jika predikat diisi verba intransitive, maka objek tidak diperlukan, misalnya:

a.      Kakak mandi.

b.      Ponselku rusak.

c.      Tamunya datang.

 

 

4

4.      Pelengkap (Pel)

Pelengkap atau komplemen adalah bagian frasa verba yang membuatnya menjadi prediakt dalam suati klausa. Sementara itu dalam kalimat, pelengkap berfungsi untuk melengkapi unsure kalimat lain seperti subjek, predikat, objek. Posisinya ada dibelakan predikat jika tidak ada objek atau dibelakang objek apabila ada objek.

Sedangkan menurut KBBI, pelengkap diartikan sebagai unsure kalimat yang melengkapi predikat verbal. Yaitu dengan ciri-ciri:

a)     Tidak dapat diubah menjadi subjek.

Contoh: Rina membuatkan adik bubur ayam  ketika sakit.

b)     Dapat berupa nomina, frasa, atau klausa.

Contoh: Ibu membelikan adik sepatu baru

c)     Posisinya berada di belakang predikat

Contoh : Pak Dadang berjualan bakso

5.      Keterangan (Ket)

Keterangan adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya. Unsur keterangan ada dua sifat, yaitu wajib dan tak wajib. Keterangan yang bersifat wajib merupakan bagian dari predikan yang dapat menerangkan S, P, O dan Pel. Sedangkan yang bersifat tak wajib atau bisa terletak didepan maupun dibelakang.

Contoh:

a.      Tugu monas berada di Jakarta

b.      Dia telah dating kemarin, atau bisa ditulis Kemarin, dia telah dating.

   Berdasarkan maknanya, terdapat macam-macam keterangan dalam kalimat, diantaranya: tempat, waktu, alat, tujuan, cara, kesalingan, similatif, penyebab, dan penyerta.

 

C. Pengertian Kalimat Efektif

Menurut Wikipedia, Kalimat Efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku,seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat, memperhatikan ejaan yang disempurnakan (EYD), serta memilih kata yang tepat dalam kalimat.

Sementara dalam KBBI kalimat efektif diartikan sebagai ada efek (akibat, pengaruh, kesan). Jadi kalimat efektif dapat diartikan satuan bahasa yang lengkap dan sesuai kaidah yang dapat mengakibatkan pembaca atau pendengar mudah memahami.

 

 

 

 

5

Pengertian Kalimat Efektif menurut para ahli:

 

1.      Menurut Abdul Rozak : Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan dengan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti apa yang disampaikan.

2.      Menurut Arifin : Kalimat Efektif adalah kalimat yang memenuhi criteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca.

3.      Menurut Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: Kalimat Efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat.

4.      Menurut Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: Kalimat Efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca.

Sedangkan menurut kami, kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

 

D. Syarat-syarat Kalimat Efektif

Ada empat syarat utama sebuah kalimat dapat dikatakan efektif atau tidak, yaitu:

a.      Sesuai EYD

Sebuah kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian agar tidak sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.

 

b.      Sistematis

Sebuah kalimat paling sederhana adalah yang memiliki susuna subjek dan predikat, kemudian ditambahkan objek, pelengkap hingga keterangan.

 

c.      Tidak Boros dan Bertele-tele

Jangan sampai kalimat yang kita buat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Pastikan susuanan kalimat yang dirumuskan pasti dan ringkas agar orang yang membacanya atau mendengar mudah menangkap gagasan yang ditulis maupun dibicarakan.

 

d.      Tidak Ambigu

Kalimat efektif menjadi sangat penting untuk menghindari pembaca dari multitafsir. Dengan susunan kata yang ringkas, sistematis, dan sesuai kaidah kebahasaan, pembaca tidak akan kesulitan dalam mengartikan ide dan gagasan dari kalimat kita sehingga tidak ada kesan ambigu.

 

 

6

E. Ciri-ciri Kalimat Efektif

 

Keraf (1980:36) suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif apabila memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu:

·        Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan penulis/pembicara.

·        Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepat dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan penulis/pembicara.

Selain itu, menurut Zaenal (2009), ciri-ciri suatu kalimate efektif ada 7, yaitu sebagai berikut:

a. Kesepadanan

 

Kalimat efektif harus memiliki kesepadanan struktur, yaitu keseimbangan antara gagasan dengan struktur yang dipakai. Yaitu memenuhi poin-poin berikut ini:

·        Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K).

·        Memiliki subjek dan predikat yang jelas. Jangan letakkan kata depan (preposisi) di depan subjek karena akan mengaburkan pelaku di dalam kalimat tersebut.

·        Hati-hati dalam penggunaan konjungsi yang didepan predikat karena membuatnya menjadi perluasan dari subjek

·        Tidak bersubjek ganda dalam satu kalimat.

Contoh :  Kalimat tidak efektif ~ Rina pergi ke kantin, lalu Rina pergi ke perpustakan

Kalimat efektif ~ Rina pergi ke kantin, lalu ke perpustakaan

b. Kesejajaran

Kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.

Contoh :

§  Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)

§  Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)

§  Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)

 

 

 

 

7

c. Ketegasan Makna

Ketegasan juga biasa disebut dengan penekanan yang artinya suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Ada beberapa cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat, sebagai berikut:

·        Meletakan kata yang ditonjolkan itu di awal kalimat.

Contoh: Harapan Kepala Sekolah adalah agar siswa-siswi memiliki karakter baik.

·        Membuat urutan kata yang bertahap

Contoh: Bukan satu, dua atau tiga hari, namun butuh berhari hari untuk bisa pulih dari covid-19.

·        Melakukan pengulangan kata (repetisi)

Contoh: Saya suka aktifitas membaca, saya suka aktifitas menulis.

·        Melakukan pertentangan dengan ide yang ditonjolkan

Contoh: Anak itu tidak malas, tetapi anak itu rajin

·        Mempergunakan partikel penekanan (lah, pun, kah)

Contoh: Saudaralah yang harus bertanggungjawab.

      d. Kehematan Kata

Kalimat yang mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Adapun cara membentuk kalimat efektif yang hemat kata adalah sebagai berikut:

·        Hilangkan pengulangan subjek

Subjek hanya perlu disebutkan satu kali dalam satu kalimat.

·        Hindari kesinoniman dalam satu kalimat

Jika terdapat dua kata dalam satu kalimat yang maknanya sama (sinonim), gunakan salah satu saja.

·        Perhatikan kata jamak

Jiika ada kata yang sudah bermakna jamak, maka tidak perlu menambahkan kata lain yang juga bermakna jamak.

 

Penggunaan kata yang berlebihandapat menyebabkan suatu kalimat menjadi bertele-tele atau terlalu panjang. Dan besar kemungkinan sulit dipahami oleh pembaca maupun pendengar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

e. Kecermatan Penalaran

 

Dalam kalimat efektif,terdapat kecermatan penalaran,artinya harus memperhatikan pemilihan kata-kata supaya tidak menimbulkan ambigu atau bermakna ganda. Penghematan dapat dilakukan dengan cara berikut:

·        Menghikangkan pengulangan subjek

Contoh: karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.

·        Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata

Contoh: Ia memakai baju warna merah

·        Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak

Contoh: Para hadirin dimohon berdiri

·        Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat

Contoh: Sejak dari pagi ia termenung

 

f. Kepaduan

 

Maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang

disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:

·        Kalimat yang padu tidak bertele-tele

·        Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

 

Contoh :

·        Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)

·        Makalah ini membahas teknologi fiber optic. (efektif)

 

g. Kelogisan

 

Kalimat efektif harus memiliki kelogisan bahasa. Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai denga ejaan yang berlaku.

 

Contoh:

·        Waktu dan tempat kami persilahkah (kalimat tidak efektif)

·        Kepada Ibu Lurah, kami Persilahkan (kalmat efektif)

 

Sebaiknya subjek pada kalimat harus jelas agar gagasan kalimat menjadi logis dan dapat dipahami dengan mudah.

 

 

 

 

 

 

 

9
PENUTUP

 

A. KESIMPULAN

Kaliamat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Kalimat efektif bertujuan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan fatal dalam penafsiran sehingga tidak ada penafsiran ganda.

Maka, setidaknya kalimat efektif yang paling sederhana meliputi unsur subjek (S) dan predikat (P) dan objek (O), pelengkap (Pel), keterangan (Ket) menjadi unsur tambahan sebagai penyempurna suatu kalimat.

 

B. SARAN

            Penulis menyarankan kita semua, agar dapat membedakan mana kalimat yang efektif dan mana yang tidak. Agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Apalagi kedepannya kita akan menjadi seorang pendidik, tentulah kita harus tahu untuk menggunakan kalimat yang efektif agar penjelasan kita dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik baik lisan maupun tertulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

DAFTAR PUSTAKA

 

Fitri Wulandari Wiwik, Teknik Menulis : Menggunakan Rangkaian Kalimat Efektif, penerbitdeepublish.com

Kesalahan Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi, pernerbitdeepublish.com.

Contoh Kalimat Eektif dan Tidak Efektif yang Perlu Dipahami, m.bola.com

m.wikipedia.org

Kimnaris.blogspot.com/2017/10/bahasa-indonesia-efektif

Wahyu Choerudin Cecep, dkk, 2017, Mata Kuliah Umum Pengembangan Karakter “Bahasa Indonesia”, CV Semiotika, Bandung.

fitridwilestari.staff.gunadarma.ac.id

Pengertian Kalimat Efektif, Syarat, dan Contohnya, ruangguru.com

studiobelajar.com/kalimat-efektif/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Why am I getting surgery? (Fen Liu)

Edamame Lada Hitam ala Taiwan

Sudut Baca Mini Project