Back to #Bunsay (Ibu Profesional)




Hai hai.....
I'm back....

Padahal belum genap setahun loh, tapi rasanya cuti dari perkuliahan Intitut Ibu Profesional tuh rugi banget dehhh. Ngga nyangka juga bakal se-kelimpungan ini buat nyari nyari ilmu. Hehe

Yah begitulah daku. Kemarin sok sokan ambil cuti terus. Padahal udah disaranin sama manteman dan pengurus buat cuti beberapa zona aja. Jadi bisa tetep lanjut di kelas bunsay batch #6 kemarin. Tapi bandelnya aku ya gini nih.

Meski sempat menyesal karena tertinggal sama teman seangkatan yg sekarang udah lulus dari kelas bunsay batch #6. Tapi alhamdulillah yg mengganjal hati terselesaikan dengan baik. Alasan cuti kemarin juga alhamdulillah berjalan dengan baik dan tak seriweuh itu. Akunya aja yg kemarin pesimis.

Dan benar kata WI mba Chika (Zikra), "Its Okey to not be Okey". 

Ngga papa kok kalau saat ini kamu merasa sedang tidak baik-baik saja. Terima aja perasaanmu” kurang lebih seperti itu.

Ya memang benar, saat aku merasa bisa menerima apapun yg terjadi dengan diriku. Saat itu juga aku merasa punya strong dua kali lipat. Ini salah satu trik self healing yg diberikan mba Mitya Ziqroh ketika waktu itu. Kata beliau  maafkan dan berdamailah dengan diri atas bullying 20+ tahun silam. Jangan coba lepas atau melupakan, karena kenyataan itu adalah bagian dari masa lalu sampai menjadi aku yg saat ini. Maka jadikan pengalaman itu sebagai bagian hidup dan biarkan jadi pengalaman yg tak perlu dilupakan. Cukup maafkan diriku yg dahulu tak bisa melakukan hal yg seharusnya agar rasa yg tidak nyaman ini perlahan memudar.

Loh loh.... Malah jadi cerita ngalor ngidul gini. Padahal kan materinya tentang CoC, tapi kok malah jadi curhat sih. Hehe

Kali ini lebih serius ya... 

Setiap komunitas pasti punya pedoman dan aturannya masing-masing yg harus di taati oleh anggotanya kan?. Dan jika ada yg melanggar, sudah pasti akan ada konsekuensinya. Begitu juga di Ibu Profesional. Ada CoC sebagai pedoman kami dalam berkomunitas.

Apa sih CoC?

CoC (Code of Conduct) tuh ibarat pedoman bagi kami. Rambu-rambu yg mengatur segala apa yg berprinsip 3B (benar, baik dan bermanfaat) . 

Maka saat kita, aku khususnya hendak berperilaku dalam berkomunitas, hendaknya self talk dan kroscek lagi dengan 3B itu tadi

Bener ngga sih?
Baik ngga sih?
ada Manfaatnya ngga sih?

Pokoknya kalau perilaku kita ngga bisa menjawab salah satu pertanyaan itu berarti apa dong?. Lebih baik jangan dilakuin deh.

Makanya, kemarin aku juga ambil cuti karena merasa tidak memenuhi pedoman CoC poin “Aktif dan bertanggungjawab ”. Loh kenapa? Bukannya kemarin tetep bisa ngerjain tugas meski bolong-bolong?

No, no, no. Itu bukan aku banget 😣
Aku merasa sejak mutasi dari IPAsia ke IP Banyumas Raya belum bisa memantaskan diri untuk menerima ilmu. Kata mba Chika, “kalau kita ngasih ilmu ke orang yg ngga siap, ilmu itu ngga bisa sepenuhnya sampai ke orangnya”. Gitu juga aku waktu itu. Aku merasa setengah-setengah menuntaskan tugas dan hanya sekedar nya saja. Aku merasa tidak all out dalam belajar. Dan aku ngga mau tugas menjadi beban karena sudah terlanjur masuk kelas. Dan itu adalah sikap yg tidak bertanggungjawab bagiku. Tidak bisa menjawab semua prinsip 3B (benar, baik, bermanfaat)

Namanya baru balik kampung, merantau dari Luar Negri. Ada rasa kaget saat harus beradaptasi dan bersosialisasi ulang dengan keadaan di rumah. Bonding ulang dengan anak, menuntaskan trauma bullying yg masih nempel (waktu itu). Belum lagi adaptasi secara finansial yg menurutku lumayan berat karena menganggur (waktu itu juga). Maka kuputuskan untuk ambil cuti guna menetralkan semuanya.

Subhanallah walhamdulillah,
Memang Allah maha segalanya ya.
Allah tau apa yg sangat aku butuhkan. 
Allah memberiku batu pijakan diatas jalan berduri yg ku lalui.

Begitulah nyamannya belajar di Ibu Profesional. Sesuai dengan namanya. Kita dituntut untuk berperan sebagai seorang Ibu yg Profesional sesuai fitrahnya. Dengan begitu, aku selalu berusaha dan terus berusaha memperbaiki diri juga memantaskan diri untuk bisa menjalankan peran seorang Ibu terbaik versiku sendiri.

Insya Allah kali ini aku siap untuk menerima ilmu. 

Adab sebelum ilmu”. 

Hendaknya kita menyiapkan gelas kosong lebih dulu
 sehingga air yg akan terkucur dengan derasnnya bisa tertampung dengan baik


Ibu itu salah satu arsitek Peradaban.
Bagaimana bisa membangun peradaban, kalau kita sendiri masih tuna adab.
-Septi Peni Wulandani-


#Misi1prabunsay7
#TansCityHarmoni
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesionalforIndonesia
#SemestaKaryauntukIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Why am I getting surgery? (Fen Liu)

Benang Kusut

Edamame Lada Hitam ala Taiwan